• Tips
  • Umum
  • Profil
  • Download
  • Galery
  • Welcome my blog Salam lestari semoga bermamfaat bagi anda yang berkunjung*visit my facebook* *noe.jackers@gmail.com*

    Sabtu, 17 September 2011

    Sejarah SAR Nasional


    Lahirnya organisasi SAR di Indonesia yang saat ini bernama BASARNAS diawali dengan adanya penyebutan ?Black Area? bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR.
    Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization). Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia.
    Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusat-pusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil.
    Sebagai negara yang merdeka, tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian. Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi, bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran.

    Titik vital tubuh manusia

    target Vital / ikon dan pesan judul Tubuh terbagi menjadi tiga bagian: tinggi, menengah, dan rendah. Setiap bagian berisi target penting. Pengaruh mencolok ini target berikut: a. Bagian tinggi. Bagian tinggi termasuk kepala dan leher, ini adalah daerah sasaran paling berbahaya.

    (1) Atas kepala. Tengkorak lemah dimana tulang tengkorak frontal bergabung. Sebuah pemogokan kuat menyebabkan trauma pada rongga tengkorak, mengakibatkan ketidaksadaran dan perdarahan. Serangan berat dapat mengakibatkan kematian.
    (2) Dahi. Pukulan kuat dapat menyebabkan whiplash, sebuah pukulan keras dapat menyebabkan pendarahan otak dan kematian.
    (3) Temple. Tulang tengkorak lemah di kuil, dan arteri dan saraf besar berada dekat dengan kulit. Sebuah pemogokan yang kuat dapat menyebabkan ketidaksadaran dan gegar otak. Jika arteri terputus, maka perdarahan besar yang dihasilkan kompres otak, menyebabkan koma dan atau kematian.
    (4) Mata. Sebuah tusukan kecil di mata menyebabkan air tidak terkendali dan penglihatan kabur. Sebuah tusukan kuat atau kantung dapat menyebabkan kebutaan sementara, atau mata bisa mencungkil. Kematian dapat terjadi jika jari menembus tulang tipis di belakang mata dan ke otak.
    (5) Telinga. Sebuah pemogokan untuk telinga dengan tangan menangkup bisa pecah gendang telinga dan dapat menyebabkan gegar otak.
    (6) Hidung. Setiap pukulan dengan mudah dapat mematahkan tulang hidung tipis, menyebabkan rasa sakit yang hebat dan air mata.
    (7) Di bawah hidung. Pukulan ke pusat saraf, yang dekat dengan permukaan bawah hidung, dapat menyebabkan rasa sakit besar dan mata berair.
    (8) Jaw. Sebuah pukulan ke rahang bisa patah atau terkilir itu. Jika saraf wajah adalah terjepit terhadap rahang bawah, satu sisi wajah akan lumpuh.
    (9) Chin. Sebuah pukulan ke dagu dapat menyebabkan kelumpuhan, gegar otak ringan, dan pingsan. tulang rahang bertindak sebagai tuas yang dapat memancarkan kekuatan pukulan ke bagian belakang otak dimana mekanisme jantung dan pernapasan dikendalikan.
    (10) Kembali telinga dan dasar tengkorak. Pukulan moderat ke belakang telinga atau dasar tengkorak dapat menyebabkan ketidaksadaran oleh efek gemuruh di bagian belakang otak. Namun, pukulan kuat bisa menyebabkan perdarahan atau gegar otak dan kematian.
    (11) Tenggorokan. Pukulan kuat ke depan tenggorokan dapat menyebabkan kematian dengan menghancurkan tenggorokan. Pukulan kuat menyebabkan rasa sakit yang hebat dan tersedak atau muntah.
    (12) Side leher. Pukulan tajam ke sisi leher menyebabkan ketidaksadaran oleh shock pada arteri karotis, vena jugularis, dan saraf vagus. Untuk efek maksimal, meniup harus difokuskan bawah dan sedikit di depan telinga. Pukulan kurang kuat menyebabkan kejang otot spontan dan rasa sakit. Sisi leher adalah salah satu target terbaik untuk menggunakan untuk menjatuhkan lawan segera atau untuk menonaktifkan dia sementara untuk menyelesaikan nanti.
    (13) Kembali leher. Pukulan kuat ke bagian belakang leher seseorang dapat menyebabkan whiplash, gegar otak, atau bahkan patah leher dan kematian.

    b. Bagian Tengah. Bagian tengah membentang dari bahu ke daerah tepat di atas pinggul. Kebanyakan pukulan ke titik-titik vital di wilayah ini tidak fatal, tapi bisa serius, komplikasi jangka panjang yang berkisar dari trauma pada organ-organ internal untuk cedera tulang belakang.

    Bukan zamannya guru tak kenal TI

    aku-gak-mau-gaptek-lho 

    Para pengajar di Indonesia, mulai dari TK sampai universitas, sudah selayaknya terbiasa dengan teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK). Kenal saja belum cukup, para guru juga harus mengenal konten yang disediakan teknologi informasi. Mereka juga harus mau belajar secara mandiri. Demikian diucapkan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh pada saat memberikan komentar melalui video yang direkam sebelum acara Intel Education Awards 2010 di Jakarta, sehari sebelum Hari Raya Kemerdekaan.

    Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) mengharapkan guru yang fasih dalam bidang TIK bisa memiliki daya saing dan menghasilkan siswa yang demikian pula. Ditjen PMPTK menyebutkan adanya kesenjangan antara negara berkembang dan negara maju dalam hal penggunaan internet. "Kesenjangan itu 37 berbanding 1," kata Muhammad Nuh dalam pidato tertulisnya yang dibacakan oleh wakil dari Ditjen PMPTK.

    Jumat, 16 September 2011

    Sejarah Panjat Tebing


    SEJARAH PENDAKIAN GUNUNG DAN PANJAT TEBING
    1492 Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba untuk memanjat tebing Mont Aiguille (2.097 m), di kawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan mereka, tapi yang jelas sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat untuk mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung wallet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karangbolong Jawa Tengah.



    1623 Yan Carstenz adalah orang Eropa pertama yang melihat " … pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju!" di perdalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke Khatulistiwa. Laporannya tidak dipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di pegunungan Andes, masih dekat Khatulistiwa.

    1624 Masih berkaitan dengan pekerjaan, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi pegunungan Himalaya, tepatnya di Mana Pass (Pass = pelana / punggungan yang terentang di antara dua puncak), dari Gharwal di India ke Tibet.

    1760 Professor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc di perbatasan Perancis - Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang bisa menemukan lintasan ke pincaknya, untuk penelitian ilmiah yang diimpikannya. Sayang, tidak ada yang tertarik, terutama karena ngeri terhadap naga-naga yang konon menghuni puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.

    1786 Setelah beberapa percobaan gagal, puncak Mont Blanc (4.807 m) akhirnya berhasil digapai manusia, mereka adalah Dr. Michel Gabriel Paccard dan seorang pemandu gunung, Jacquet Balmat. Puncak tertinggi yang di Alpen yang berhasil didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4.153 m), tahun 1778.

    Kamis, 15 September 2011

    Manajemen Untuk Persiapan Mendaki Gunung

    Persiapan
    Untuk merencanakan suatu Perjalanan ke alam bebas Harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W & 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How. Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:
    Where (Dimana), untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, Contoh: Tlogo Dlingo-Tawangmangu
    Who (Siapa), apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok.
    Contoh: Satu Kelompok ( 25 Personil) Terdiri dari 20 Orang anggota Penuh (panitia) dan 5 Orang anggota muda (peserta)
    Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam
    Contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR KE IX dan pelantikan Anggota penuh PMPA VAGUS
    When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?.
    Contoh: 23 Februari 2001 sampai dengan 25 Februari 2001
    Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut:
    pada tanggal 23-25 Februari 2001 akan diadakan DIKLATSAR IX ,yang akan dilaksanakan oleh 20 panitia dan diikuti 5 orang peserta yang inggin dilantik menjadi anggota penuh PMPA VAGUS.tempat yang digunakan untuk DIKLATSAR tsb yaitu Tlogo Dlingo-Tawangmangu.